Mikrokontroler dapat
dikatakan sebagai komputer mini atau suatu chip dimana didalamnya berlangsung
beberapa proses dalam mengontrol rangkaian elektronik seperti Processor,
memory, I/O dan lain-lain. Kelebihan yang terdapat pada mikrokontroler yaitu
dengan adanya RAM dan I/O sehingga membuat bentuknya menjadi lebih ringkas.
Mikrokontroler memiliki masukan dan keluaran serta memiliki kendali dimana program
dapat ditulis dan dihapus secara khusus. Sehingga tugas mikrokontroler yaitu
membaca dan menulis data. Jika dibandingkan dengan mikroprosesor, mikroprosesor
dapat dikatakan sebagai CPU yang berfungsi sebagai pusat pengolahan dan
pengendalian pada sistem mikro yang terdiri dari bagian-bagiannya yaitu
register, ALU, control unit, dan lain-lain.
Terdapat beberapa jenis mikrokontroler yang
memiliki karakteristiknya sendiri yaitu:
- MCS51
Salah satu kemampuan dari mikrokontroler 8051 adalah
pemasukan sebuah mesin pemroses boolean yang mengijikan operasi logika boolean
tingkatan-bit dapat dilakukan secara langsung dan secara efisien dalam register
internal dan RAM. Karena itulah MCS51 digunakan dalam rancangan awal PLC
(programmable Logic Control).
- AVR
Merupakan mikrokonktroler RISC 8 bit. Karena RISC
inilah sebagian besar kode instruksinya dikemas dalam satu siklus clock. AVR
adalah jenis mikrokontroler yang paling sering dipakai dalam bidang elektronika
dan instrumentasi.
- PIC
Saat ini PIC telah dilengkapi dengan EPROM dan
komunikasi serial, UAT, kernel kontrol motor dll serta memori program dari 512
word hingga 32 word. 1 Word disini sama dengan 1 instruki bahasa assembly yang
bervariasi dari 12 hingga 16 bit, tergantung dari tipe PICmicro tersebut.
Silahkan kunjungi www.microchip.com untuk melihat berbagai produk chip
tersebut. PIC cukup popular digunakan oleh para developer dan para penghobi
ngoprek karena biayanya yang rendah, ketersediaan dan penggunaan yang luas,
database aplikasi yang besar, serta pemrograman (dan pemrograman ulang) melalui
hubungan port serial yang terdapat pada
komputer.
- Microchip,
dll
Dalam
mengeluarkan prduknya, microchip membagi produknya kedalam beberapa jenis
yaitu:
- Low
End, Mikrokontroler PIC 12-bit
- Mid
Range, Mikrokontroler PIC 14-bit (PIC16F84, PIC16F877)
- 16-bit
instruction PIC
- High End, Mikrokontroler PIC 16-bit
Mikrokontroler memiliki
beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan mikroprosesor atau komputer
lainnya yaitu ukurannya yang ringkas yang dapat melakukan aktifitas seperti
komputer namun hanya dapat menjalankan satu program jika dibandingkan komputer
yang dapat menjalankan beberapa program, memiliki konsumsi daya yang lebih
rendah, lebih mudah terintegrasi. Selain itu mikrokontroler juga lebih murah,
mengurangi ongkos otomatisasi dan memiliki flesibilitas yang tinggi.
Sumber:





